Mandiri Secara Ekonomi, Pengusaha OAP Siap Jadi Lokomotif Pembangunan di Papua Barat Daya

SORONG — Atmosfer diskusi di Kasuari Cafe, Kota Sorong, mendadak hangat pada Senin (27/04). Sejumlah pemangku kebijakan, legislator, organisasi profesi, hingga akademisi berkumpul untuk merumuskan satu visi besar: memastikan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) menjadi pilar utama dalam percepatan pembangunan Otonomi Khusus (Otsus).

Pertemuan strategis ini menghadirkan Gracia Billy Mambrasar (Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua) dan Yermias Yanuarius Sedik (Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya jalur pengangkatan OAP Kabupaten Tambrauw). Turut hadir memberikan bobot analisis adalah perwakilan dari Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), pengurus BPD HIPMI Papua Barat Daya, serta akademisi dari Universitas Muhammadiyah (Unamin) Sorong.

Fokus Sektor Strategis: Dari Properti hingga Jasa

Diskusi yang diikuti oleh 20 pengusaha terpilih ini mencakup berbagai sektor krusial. Tidak hanya kontraktor konvensional dan penggiat pertanian, tetapi juga melibatkan pengusaha Papua yang bergerak di bidang Developer Properti dan Jasa IT. Kehadiran para pelaku industri kreatif dan teknologi ini menandakan era baru pengusaha OAP yang mulai merambah sektor padat modal dan teknologi tinggi.

“Kehadiran KAPP dan HIPMI PBD menandakan keinginan kuat untuk menyatukan kekuatan pengusaha berbasis adat dan pengusaha muda profesional. Kita harus masuk ke semua lini, termasuk properti dan teknologi informasi,” ujar salah satu perwakilan peserta.

Mandat Komite Eksekutif: Pendataan dan Pendampingan “Naik Level”

Salah satu poin paling krusial dalam diskusi ini adalah penugasan langsung dari Komite Eksekutif kepada tim teknis di lapangan. Komite memerintahkan untuk segera melakukan pendataan komprehensif terhadap pelaku usaha OAP. Data ini nantinya akan digunakan untuk:

  1. Menghubungkan dengan Audience & Market: Membuka akses jaringan bisnis yang lebih luas.

  2. Pelatihan dan Pendampingan: Melakukan pembenahan internal perusahaan agar mampu “naik level” secara manajerial dan kualitas kerja.

  3. Penyelarasan Kompetensi: Memastikan pelaku usaha OAP siap memenuhi standar industri nasional.

Keberpihakan Regulasi dan Praktik Lapangan

Yermias Yanuarius Sedik, dalam kapasitasnya sebagai legislator jalur Otsus, menekankan bahwa regulasi harus berpihak pada keberlanjutan usaha putra-putri daerah. Hal ini krusial mengingat tantangan administrasi yang seringkali menjadi penghambat bagi pengusaha lokal di Kabupaten Tambrauw dan sekitarnya.

Di sisi lain, Billy Mambrasar menyoroti peluang besar dalam rantai pasok nasional melalui program percepatan Otsus. Ia menegaskan bahwa sektor properti dan IT di Papua memiliki potensi besar jika dikelola dengan sentuhan manajemen yang profesional.

Ringkasan Strategis Diskusi:

  • Pendataan & Pemetaan: Melakukan basis data 20 peserta awal dan pengusaha OAP lainnya untuk program naik kelas.

  • Afirmasi Multi-Sektor: Mendorong keterlibatan OAP tidak hanya di konstruksi, tapi juga sebagai developer properti dan penyedia jasa IT.

  • Pendampingan Teknis: Pelibatan akademisi Unamin Sorong dan praktisi untuk membenahi manajemen usaha OAP.

  • Sinergi Kelembagaan: Menjadikan HIPMI dan KAPP sebagai jembatan aspirasi antara kebutuhan lokal dan kebijakan pusat.

Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Visi besar yang dibawa dari Kasuari Cafe adalah kemandirian. Bukan sekadar menerima bantuan, tetapi bagaimana pengusaha OAP—baik itu kontraktor, pengembang properti, hingga ahli IT—mampu berkompetisi, berinovasi, dan pada akhirnya menjadi tuan di tanahnya sendiri.

Editor: Redaksi Kasuari News

Lokasi: Kasuari Cafe, Kota Sorong

Tanggal: 27 April 2026

Related posts
Tutup
Tutup