Sorong, Kasuarinews.Com – Kampung Persiapan Makmini di Distrik Aimas Kabupaten Sorong sudah memasuki usianya yang ke-6 tahun pada Sabtu (30/05/2026). Perayaan ulang tahun digelar sederhana dengan ibadah syukur dan makan bersama di sekretariat kampung yang dihadiri seluruh warga setempat.
Namun kemeriahan acara ulang tahun kali ini cukup menyisahkan ketidakpuasan dihati warga bahkan kepala kampung sendiri. Pasalnya, tidak ada satupun pejabat yang hadir, padahal undangan sudah disebar oleh panitia. Adapun pejabat yang diundang diantaranya Gubernur Papua Barat Daya, Bupati Sorong, Kepala Dinas PU serta beberapa kepala OPD lainnya di Kabupaten Sorong.
Ketidakhadiran para pejabat tersebut membuat warga cukup kecewa, termasuk sang kepala kampung. Bahkan saat menyampaikan sambutan Kepala Kampung Persiapan Makmini, Lazarus Makmini menumpahkan semua unek-uneknya dihadapan warga yang hadir.
Pada kesempatan itu, Lazarus mengungkapkan bahwa pihaknya bersama panitia telah menyampaikan undangan ke sejumlah OPD terkait bahkan undangan juga diberikan kepada Bupati Sorong dan Gubernur Papua Barat Daya, namun sangat disayangkan tidak ada satupun pejabat yang berkenan hadir.
Padahal, sebut dia, kehadiran bupati dan gubernur maupun pimpinan OPD terkait sangat penting mengingat banyaknya aspirasi yang hendak disampaikan warga kepada pemerintah. Mulai dari kondisi jalan masuk yang rusak parah, kebutuhan air bersih, pembangunan sekretariat kampung hingga pelayanan dibidang pendidikan, kesehatan, sosial dan perekonomian masyarakat.
“Banyak sekali aspirasi yang ingin kami sampaikan tetapi sangat disayangkan tidak ada pejabat satupun yang hadir memenuhi undangan kami saat ini. Tentu kami tidak akan menyerah, kami akan mengundang mereka lagi, jika tidak hadir lagi maka kami akan mengambil langkah lain bila perlu kami akan lakukan aksi demo,” tegas Lazarus.
Sementara Ketua Tim Pemekaran Kampung Makmini, Simon Klasmian S.IP menambahkan pada momentum tersebut, pihaknya juga ingin menanyakan kepada pemerintah kapan status Kampung Persiapan Makmini ditingkatkan menjadi kampung defenitif. Pasalnya sejak ditetapkan sebagai kampung persiapan 6 tahun lalu jumlah KK (kepala keluarga) di kampung tersebut hanya 21, namun saat ini sudah mencapai 127 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 247.
Status kampung, sebut dia sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan maksimal dari pemerintah dalam setiap sektor baik pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga layanan peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Apalagi, umur kampung persiapan Makmini sudah 6 tahun sehingga perlu untuk segera ditingkatkan statusnya.
“Kami mau minta sekaligus ingin mendengarkan penjelasan dari pemerintah, kenapa kampung kami belum dinaikan statusnya menjadi kampung defenitif. Ini penting supaya masyarakat kami di Kampung ini juga bisa merasakan sentuhan layanan dari pemerintah secara maksimal,” singkat Klasmian.





