Rapat Koordinasi TPPS 2025, Pemerintah Tambrauw Tegaskan Komitmen Menuju Daerah Bebas Stunting

Penandatanganan Komitment Penanggulangan Stunting di Tambrauw. Jumat (31/10/2025). Dok; DP3A&KB

 

TAMBRAUW, Kasuarinews.com—Pemerintah Kabupaten Tambrauw menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tambrauw Tahun 2025 yang digelar di Fef, ibu kota kabupaten Tambrauw,Papua Barat Daya, Jumat (31/10/2025).

Dalam sambutannya Bupati Tambrauw yang disampaikan, dr. Lenny Florensia Hae, Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berancana (DP3AKB)   bahwa stunting masih menjadi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas SDM di daerah.

“Sebagaimana kita ketahui, stunting masih menjadi salah satu tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tambrauw,” jelasnya dalam sambutan.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kabupaten Tambrauw menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berada di atas target nasional.

“Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus melakukan upaya percepatan secara kolaboratif, lintas sektor, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lenny menjelaskan, pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menginisiasi Gerakan Nasional Pengentasan Stunting (GENTING) yang dijalankan melalui TPPS. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konvergensi dan koordinasi lintas sektor dari tingkat kabupaten hingga kampung.

Fotobersama BKKBN, Narasumber, Ketua TP.PKK,Kepala DP3A&KB dan lainnya. Dok: DP3A&KB

Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan bahwa rapat koordinasi TPPS menjadi momentum penting untuk beberapa hal utama, antara lain,mengevaluasi capaian kinerja dan kendala dalam pelaksanaan program penurunan stunting,menyusun langkah-langkah strategis lintas sektor agar intervensi gizi spesifik dan sensitif dapat berjalan lebih efektif, dan meningkatkan komitmen semua pihak dalam mewujudkan Tambrauw Sehat, Tambrauw Cerdas, dan Tambrauw Bebas Stunting.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya menjadi urusan sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk sektor pendidikan, sosial, pertanian, perikanan, pekerjaan umum, serta pemerintah kampung.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari sektor pendidikan, sosial, pertanian, perikanan, pekerjaan umum, dan pemerintah kampung,” jelasnya.

Untuk memperkuat efektivitas program, pemerintah juga mendorong pendekatan berbasis keluarga dan data by name by address, agar setiap anak di Kabupaten Tambrauw dapat memperoleh hak tumbuh kembang yang optimal.

“Mari kita kuatkan sinergi melalui pendekatan keluarga dan berbasis data by name by address, agar setiap anak Tambrauw mendapatkan hak tumbuh kembangnya secara optimal,” ajaknya.

Lebih lanjut, ia berharap melalui rapat koordinasi ini akan lahir kesepahaman, komitmen, dan rencana tindak lanjut nyata dari seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan angka stunting di Tambrauw.

“Melalui rapat ini, saya berharap muncul kesepahaman, komitmen, dan rencana tindak lanjut yang nyata dari setiap pemangku kepentingan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk kepedulian dan aksi bersama dalam membangun masa depan anak-anak Tambrauw yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan program penurunan stunting di Kabupaten Tambrauw.

“Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan program penurunan stunting. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap langkah dan kerja keras kita demi kemajuan Kabupaten Tambrauw tercinta,” tuturnya.

Selanjutnya,materi yang dipaparkan ada tiga bagian pertama,Peran OPD terkait Tim TPPS terkait Konvergensi Stunting di kabupaten Tambrauw.Kedua, Peran BKKN Dalam Pencegahan Stunting di kabupaten Tambrauw melalui program unggulan yaitu Taman Asuh Anak, Gerakan Ayah Teladang, Gerakan Orang Tua cegah Stunting, Lansia Berdaya, Super Apps tentang Keluarga (Siap Bahagia).Ketiga dari DP3A&KB tentang Penanggulangan  Stunting di Tambrauw.

Yang  turut hadir bersama membuka kegiatan:Sekretaris BKKBN Papua Barat Daya,Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP.PKK) Kabupaten Tambrauw,Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana ( Dp3A&KB)  dan KB,Praktisi Stunting, Sekretaris Bappeda Litbang.

Related posts
Tutup
Tutup