BKKBN Dorong Tambrauw Prioritaskan Pembangunan SDM dan Penurunan Stunting

Sekretaris BKKBN memberikan sambutan di Fef, ibu kota kabupaten Tambrauw. Dok:DP3A&KB

 

Tambrauw, Kasuarinews—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan komitmennya untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Tambrauw memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penurunan angka stunting sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris BKKBN Provinsi Papua Barat, Yahya Richard Rumbino, dalam arahannya di hadapan pejabat pemerintah daerah di Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw, Jumat (31/10/2025) menyampaikan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan nyata di masyarakat, meskipun keberadaannya kerap diperdebatkan.

“Tetapi mau tidak mau, sebagai aparat pemerintah dan abdi masyarakat, kita tetap harus melaksanakan program yang sudah tertuang dalam rencana pembangunan, terutama dalam pembangunan SDM sebagaimana tercantum dalam Asta Cipta Presiden Prabowo,” ujarnya.

Yahya menjelaskan bahwa program penanganan stunting merupakan hasil kerja lintas sektor, melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta sejumlah instansi lain yang tergabung dalam visi-misi Presiden melalui Asta Cipta keempat, yaitu memperkuat pembangunan SDM Indonesia.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menyehatkan anak-anak kita sejak dini. Menyehatkan anak bangsa merupakan langkah penting menuju Indonesia Emas 2045. Jika kita ingin Tambrauw memiliki SDM unggul di tahun 2045, maka keseriusan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, anak-anak yang lahir tahun ini akan menjadi generasi produktif pada 2045, tepat pada peringatan 100 tahun Indonesia merdeka. Karena itu, pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama setiap daerah.

“Sudah menjadi visi dan misi Presiden, di mana dalam Asta Cipta keempat dari delapan Asta Cipta, terdapat fokus pada peningkatan SDM dan pengentasan kemiskinan. Itulah arah kebijakan pembangunan nasional yang juga kita jalankan di daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Yahya juga menyinggung pentingnya program Keluarga Berencana (KB) yang sering menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk di kalangan Orang Asli Papua (OAP).

Foto bersama dengan BKKBN, Narasumber dan lainnya. Dok: DP3A&KB

“Program ini adalah kebijakan pemerintah. Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan program keluarga berencana karena tujuan utamanya adalah mencerdaskan SDM dan menyiapkan generasi unggul yang kompeten di tahun 2045,” paparnya.

Ia menegaskan, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 berarti mewujudkan bangsa yang terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan.

“Kenapa kita terus bicara tentang Indonesia Emas? Karena itu adalah cita-cita bangsa. Indonesia Emas berarti tidak ada lagi orang yang hidup susah dan miskin, tidak ada lagi anak-anak yang buta huruf. Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak bangsa yang berkualitas, memiliki SDM tinggi, serta bebas dari penyakit dan kebodohan. Jika tidak demikian, maka itu bukan Indonesia Emas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yahya menjelaskan bahwa seluruh upaya pemerintah diarahkan untuk menurunkan angka stunting, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya dan Kabupaten Tambrauw. Ia berharap upaya tersebut dapat memastikan balita yang lahir tahun ini tumbuh sehat dan kuat untuk menjadi generasi produktif di masa depan.

“Kita berupaya menurunkan angka stunting di Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Tambrauw. Harapannya, anak-anak yang lahir tahun ini bisa tumbuh sehat, sehingga pada tahun 2045 mereka menjadi bagian dari generasi emas Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030 hingga 2035.

“Bonus demografi berarti akan ada peningkatan jumlah penduduk usia produktif. Namun, jika potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka justru akan menjadi masalah. Karena itu, Presiden Prabowo terus mendorong pengembangan ekonomi, peningkatan SDM, kesehatan, dan usaha produktif di seluruh tanah air,” katanya.

Salah satu langkah konkret pemerintah, lanjut Yahya, adalah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat kampung dan kota sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk berusaha, meningkatkan ekonomi keluarga, serta menciptakan kemandirian. Pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada anak-anak muda kreatif agar mampu mengembangkan usaha dan potensi lokal yang ada di daerahnya.

“Indonesia Emas berarti seluruh penduduk memiliki pekerjaan, pendapatan tetap, kualitas hidup yang baik, serta akses terhadap kesehatan dan pendidikan. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi negara maju sesuai cita-cita Presiden,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Yahya menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga daerah, seperti Kementerian Pembangunan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dalam melaksanakan program prioritas nasional untuk mencerdaskan anak bangsa.

Ia juga mendorong setiap daerah, termasuk Kabupaten Tambrauw, agar menyusun peta pembangunan kependudukan dan keluarga secara mandiri guna memastikan arah pembangunan manusia di daerah semakin terarah dan berkelanjutan.

“Dalam peta pembangunan keluarga terdapat indikator dan target yang harus dicapai oleh setiap kabupaten, kota, dan provinsi. Karena itu, kami berharap Kabupaten Tambrauw juga dapat menyusun peta pembangunan kependudukannya sendiri,” pungkasnya.

 

Related posts
Tutup
Tutup