Teminabuan, Kasuarinews.Com – Polda Papua Barat Daya melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) mempererat hubungan kedekatan dengan masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan. Kamis 5 November 2026, bertempat di Kantor Distrik Teminabuan, dilaksanakan kegiatan Silaturahmi Kamtibmas bersama Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Tehit, Kabupaten Sorong Selatan. Kegiatan berlangsung hangat dan terbuka serta berjalan dalam suasana yang aman dan kondusif.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Panit Subdit II Ditintelkam Polda Papua Barat Daya, Ipda Herlan Basri, Kasubag Trantib mewakili Kepala Distrik Teminabuan Sefnat Tugarefai, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Tehit Hermanus Thesia, Ketua LMA Sub Suku Tehit Mlagya James Konjol, personil Ditintelkam Polda Papua Barat Daya, serta puluhan perwakilan masyarakat adat Suku Tehit dari berbagai wilayah di Distrik Teminabuan.
Dalam sambutannya, Ipda Herlan Basri menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas kedinasan, melainkan upaya nyata membangun jembatan komunikasi yang erat antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Kami datang ke sini untuk mendengar langsung suara hati masyarakat. Ruang ini terbuka seluas-luasnya, sampaikan apa yang menjadi keluhan, harapan, maupun saran agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tanah kita,” ujar Ipda Herlan.
Ia juga menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Para tokoh adat dan masyarakat diharapkan menjadi teladan dan garda terdepan di lingkungan masing-masing, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Sementara itu, mewakili Kepala Distrik Teminabuan, Kasubag Trantib Sefnat Tugarefai menyambut baik langkah ini dan memohon maaf atas ketidakhadiran Kepala Distrik. Ia juga mendorong seluruh tokoh masyarakat untuk aktif berperan bersama aparat keamanan menjaga ketertiban di wilayahnya masing-masing.
Ketua Dewan Adat Suku Tehit, Hermanus Thesia, menyampaikan dukungan penuh lembaga adat terhadap upaya pemeliharaan keamanan.
“Kami berkomitmen menjaga kamtibmas di wilayah Sorong Selatan. Melalui pertemuan ini, kami juga berharap dapat saling berbagi pandangan dan mencari solusi bersama atas persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Hermanus juga menekankan pentingnya menjaga suasana aman dan damai jelang perayaan Natal yang sebentar lagi akan tiba.
Masyarakat Sampaikan Aspirasi Langsung ke Polda
Sesi diskusi berjalan aktif dan terbuka. Sejumlah hal penting disampaikan oleh perwakilan masyarakat:
– Gustaf Bleskadit menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan di Teminabuan saat ini masih dalam keadaan terkendali, meskipun tetap ada tantangan-tantangan yang perlu diwaspadai bersama.
– James Konjol, Ketua Sub Suku Tehit Mlagya, mengusulkan agar menjelang perayaan Natal 25 Desember 2026, pemerintah daerah bersama pihak keamanan menghentikan sementara peredaran minuman keras, sehingga perayaan berjalan aman dan penuh hikmat.
– Frits Thesia berharap Kapolda Papua Barat Daya dapat berkunjung langsung ke Sorong Selatan, dan memohon perhatian khusus agar pemuda-pemuda asli daerah dapat diberi peluang bergabung dalam institusi kepolisian. Ia juga menyampaikan bahwa Teminabuan kini telah menjadi masyarakat yang majemuk dengan beragam suku yang berdampingan, sehingga pendekatan keamanan perlu memperhatikan keberagaman tersebut.
– Abner Kondororik, perwakilan Hakim Adat Sub Suku Mlagya, menyampaikan catatan penting: ia berharap komunikasi pemerintah daerah dengan lembaga adat tidak hanya terpusat pada pimpinan tertinggi LMA saja, tetapi juga menjangkau ke tingkat sub-suku agar seluruh aspirasi masyarakat dapat tertampung dengan lebih merata.
Tanggapan dan Komitmen Bersama
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Ipda Herlan Basri terlebih dahulu mengapresiasi komitmen masyarakat adat yang telah bekerja menjaga kondusivitas di wilayahnya. Terkait peredaran minuman keras, ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian dan pemerintah daerah terus melakukan penindakan, namun keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada kesadaran dan dukungan masyarakat itu sendiri. Terkait peluang perekrutan anggota Polri bagi pemuda daerah, Ipda Herlan berkomitmen akan menyampaikan harapan tersebut kepada Kapolda Papua Barat Daya agar dapat diakomodasi dengan baik.
Sementara itu, Ketua DAS Tehit Hermanus Thesia menanggapi masukan dari Abner Kondororik dengan menjelaskan bahwa jangkauan komunikasi ke seluruh sub-suku memang masih dalam proses penguatan, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Terkait harapan perekrutan pemuda adat, Hermanus juga menyampaikan bahwa Dewan Adat telah menyurati pihak Polda Papua Barat Daya dan terus memperjuangkan hal tersebut.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat, doa penutup, sesi foto bersama, serta ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat keamanan dengan masyarakat adat Suku Tehit.





