Teminabuan, Kasuarinews.Com – Menyambut perayaan Natal 2026 dan kedatangan Tahun Baru 2027, Dewan Adat Suku (DAS) Tehit Teminabuan menyampaikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sorong Selatan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan hidup di tengah keberagaman.
Melalui pernyataan yang disampaikan oleh Hermanus Thesia selaku perwakilan Dewan Adat Suku Tehit Teminabuan, lembaga adat menegaskan bahwa menjaga kedamaian di tanah adat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat keamanan semata.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Suku Tehit dan semua elemen di Kabupaten Sorong Selatan, untuk berdiri bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan akhir tahun ini,” ujar Hermanus Thesia.
Enam Poin Penting Menjaga Kedamaian Bersama
Dalam pesannya, Hermanus menyampaikan enam hal utama yang menjadi perhatian bersama:
Pertama, jaga kerukunan, persaudaraan, dan toleransi antarumat beragama. Hormati saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah dan merayakan Natal. Keberagaman adalah kekayaan kita, dan penghormatan adalah fondasi kedamaian.
Kedua, hindari tindakan yang mengganggu ketertiban. Kurangi konsumsi minuman keras secara berlebihan, jauhi perkelahian, serta hindari segala bentuk perilaku yang dapat meresahkan masyarakat. Perayaan yang indah adalah perayaan yang tertib dan menghormati sesama.
Ketiga, bijak menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif, berita bohong, maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Persatuan kita terlalu berharga untuk dipecahkan oleh informasi yang tidak bertanggung jawab.
Keempat, perkuat peran tokoh masyarakat. Masyarakat adat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan para tetua diharapkan aktif berperan menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Kehadiran dan keteladanan para tokoh adalah benteng terkuat di tengah masyarakat.
Kelima, dukung tugas aparat keamanan. Hormati dan dukung upaya yang dilakukan Polda Papua Barat Daya serta Polres Sorong Selatan dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama masa perayaan. Kerja sama masyarakat dan aparat adalah kunci keamanan yang efektif.
Keenam, utamakan musyawarah dan pendekatan adat. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, musyawarah, dan pendekatan adat yang bijaksana, sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Adat dan Aparat Bersinergi Wujudkan Sorong Selatan yang Damai
Hermanus Thesia juga menegaskan kesiapan penuh Dewan Adat Suku Tehit Teminabuan untuk bersinergi dengan pihak kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Sorong Selatan.
“Sebagai masyarakat adat, kita memiliki tanggung jawab khusus: menjaga tanah adat kita, menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menciptakan suasana yang aman bagi siapa saja yang tinggal di sini,” tegasnya.
“Mari kita jadikan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menjaga keharmonisan di Tanah Tehit yang kita cintai ini. Kita berdiri bersama, kita jaga bersama,” tambahnya.
Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru nanti berlangsung penuh sukacita, kedamaian, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sorong Selatan. Tuhan memberkati kita semua.





