Sorong, Kasuarinews.Com – Silaturahmi hangat antara jajaran Polda Papua Barat Daya dengan Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu Kota Sorong berlangsung penuh kekeluargaan. Acara yang berlangsung di Aula Kemenag, Jalan Pahlawan, Kota Sorong ini mengusung tema “Sinergi Polri dan Pedagang Pasar Sentral Remu Mewujudkan Pasar yang Aman, Nyaman dan Kondusif di Kota Sorong Menuju Papua Barat Daya yang Produktif”.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Intelijen Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu H. Ahmad Yani, serta diikuti oleh ratusan pedagang.

Suasana pertemuan berlangsung sangat hangat, akrab, dan penuh kebersamaan. Dialog dua arah berjalan terbuka dan luwes tanpa sekat, dimana masing-masing pihak saling mendengarkan dengan saksama. Terasa semangat saling percaya dan komitmen kuat untuk saling mendukung satu sama lain; Polri hadir dengan niat tulus melayani dan menjaga keamanan, sementara para pedagang pun menyambut baik kehadiran kepolisian serta siap bekerja sama menjaga kondusifitas lingkungan.
Agenda utama berisi diskusi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), persiapan rencana relokasi pedagang ke tempat sementara di Pasar Depan Jupiter Km 10, serta dilengkapi dengan kegiatan sosial berupa pembagian sembako, ramah tamah, dan sesi foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu, H. Ahmad Yani, menekankan bahwa prioritas utama yang diharapkan seluruh anggotanya adalah jaminan keamanan, terlebih di masa perpindahan yang akan segera berlangsung.
“Satu kata kunci bagi kami adalah keamanan. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada relokasi dari Pasar Remu menuju lokasi sementara di depan Jupiter. Mulai dari mobilisasi barang, proses persiapan di lokasi baru, hingga saat aktivitas berjalan nanti, keamanan adalah hal yang paling utama. Kami berharap Polda Papua Barat Daya bersama Kapolresta Kota Sorong dapat terus mendampingi dan membantu kami dalam hal pengamanan ini,” ujar Yani.
Ia juga menjelaskan data terkait jumlah pedagang dan kapasitas lokasi relokasi. Menurutnya, kapasitas yang tersedia di tempat sementara yang tercatat mencapai 2.400, namun anggota yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar (APPS) berjumlah sekitar 1.292 pedagang. Sisa kuota yang tersedia nantinya direncanakan untuk mengakomodasi pedagang lainnya.

“Kami tegaskan bahwa seluruh elemen pedagang sangat mendukung program relokasi ini serta pembangunan kembali pasar. Kami siap pindah karena menyadari kondisi pasar saat ini sudah kurang layak. Harapan kami, nantinya akan dibangun fasilitas pasar yang lebih representatif, bahkan direncanakan berlantai dua, sehingga seluruh pedagang lama dapat terakomodir dengan baik dan mendapatkan tempat kembali,” jelasnya.
“Kami siap bekerja sama dengan Polri menjaga keamanan selama 24 jam, namun kami juga meminta dukungan penuh agar proses perpindahan berjalan lancar dan tanpa kendala keamanan,” pungkasnya.




