Sorong,Kasuarinews.com–Kontak senjata kembali terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo dan aparat militer Indonesia pada, Jumat (15/8/2025) hingga Sabtu (16/8/2025)
Menurut siaran pers yang diterima dari Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, bentrokan pertama terjadi pada Jumat (15/8) pukul 15.25 hingga 19.15 Waktu Indonesia Timur di kawasan Jalan Gunung dan sekitar pos penjagaan Jembatan Kali Bonto, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tidak ada korban jiwa dari pihak TPNPB, namun operasi militer di lokasi tersebut menyebabkan warga sipil mengungsi sejak Jumat sore.
Kontak tembak kembali pecah pada Sabtu (16/8) sekitar pukul 07.10 hingga 09.00 Waktu Papua. Warga sipil yang bermukim di Jalan Gunung terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, menetapkan wilayah perang di luar Kota Dekai. Markas Pusat Komnas TPNPB melalui juru bicara Sebby Sambom menghimbau semua pihak agar memberikan bantuan darurat berupa makanan dan obat-obatan bagi warga terdampak, khususnya anak-anak dan ibu hamil yang kini mengungsi.
“Warga sipil yang melarikan diri ke hutan membutuhkan perhatian sebelum terjadi penembakan, penangkapan, atau tindakan represif lain dalam operasi darat,” demikian pernyataan resmi Manajemen Markas Pusat TPNPB.
Siaran pers tersebut ditanggungjawab oleh Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliat Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.



Warga Masyarakat Yahukimo sedang mengungsi ke tempat aman. Jumat (15/8/2025). Kredit: TPNPB
