BERITA UTAMA

Amuk Massa di Waropen, Papua, Warga Rusak dan Bakar Kantor Bupati
Sabtu, 07 Maret 2020 • kapos/kum • 81

Massa yang mengamuk diduga akibat penetapan Bupati Waropen YB sebagai tersangka.


 

SERUI - Kantor Bupati Kabupaten Waropen dan sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya dibakar kelompok massa. Ada dugaan massa marah, pasca penetapan Bupati Waropen YB sebagai tersangka penerima gratifikasi Rp 19 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Papua. Hingga siang ini, aparat TNI-Polri melakukan penjagaan pada sejumlah titik di Kota Waropen, menyusul aksi massa susulan.

 

Kapolres Kabupaten Waropen, AKBP Suhadak menjelaskan 100 anggota polisi diturunkan sejak malam kemarin. "Tak ada korban jiwa dalam kejadian pagi tadi. Sejumlah kantor pemerintahan dibakar dan dirusak massa," ujarnya, Jumat (6/3/2020)

 

Suhadak menyebutkan belum diketahui kerugian akibat aksi massa ini. "Banyak kaca perkantoran yang pecah, pintu-pintu perkantoran. Awalnya massa membakar kantor bupati dan merembet hingga ke kantor lainnya, termasuk kantor kas dan keuangan daerah," ujarnya.

 

Polisi belum menangkap pelaku pengerusakan kantor pemerintahan itu. "Kami sudah kantongi siapa saja yang terlibat, namun belum menetapkan pelaku utama untuk aksi pengrusakan itu," jelasnya.

Seorang warga di Waropen, Tony , menjelaskan keributan terjadi sejak Jumat subuh.

 

"Sekitar pukul 05.00 WIT atau pukul 06.00 WIT, orang-orang teriak, kami disuruh lari, ada kelompok massa mengamuk dan bawa senjata tajam," ungkap Tony mendengar teriakan tetangga dekat rumahnya.

 

Suharwati melihat kelompok massa itu berlarian kearah kantor bupati dengan membawa panah dan alat tajam lainnya.  "Saya dengar polisi sudah banyak di atas (kompleks perkantoran). Jadi sementara ini aktivitas kami di rumah saja,” jelasnya. (Kapos/Kum)

 


#ricuh
#amuk massa
#kabupaten waropen
#kejaksaan tinggi papua

Komentar