BERITA UTAMA

Pilkada 2020, Sebanyak 47 Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Daftar ke PDI Perjuangan
Rabu, 09 Oktober 2019 • (*tim) • 6545

Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat Demas Paulus Mandacan, S.Sos, M.Ec. Dev didampingi Sekretaris D


MANOKWARI -Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah, red)  PDI Perjuangan Provinsi Papua Barat, Demas Paulus Mandacan, S.Sos, M.Ec.Dev dalam rapat yang digelar DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Jumat (4/10) di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Jl. Trikora Wosi, Manokwari mengatakan ada sebanyak 47 bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang telah mendaftar melalui PDI Perjuangan untuk bertarung dalam Pilkadasung 2020 mendatang.

 

“Pendaftaran itu dilakukan baik melalui DPC di setiap kabupaten namun ada juga yang mengambil dan mengembalikan berkas melalui DPD Partai,” ujar Demas.

 

Rapat yang dihadiri pengurus lengkap DPD PDI Perjuangan Papua Barat itu beragendakan verifikasi dan validasi serta penetapan Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah  Pemilu serentak 2020.

 

Kata Demas, 47 bakal calon bupati dan walil bupati tersebut berasal dari kader partai sendiri maupun bukan kader partai dan memiliki latar-belakang yang berbeda-beda.

 

“Dari 47 bakal calon, terdapat 29 bakal calon bupati dan  18 bakal calon wakil bupati. Dan ada yang saat mendaftar sudah memiliki pasangan sedangkan sebagian besar mendaftar tanpa pasangan,” ujar Demas sambil menambahkan pihaknya berterima kasih kepada bakal calon bupati dan wakil bupati yang mau mendaftarkan diri melalui partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Jika dirinci, kata Demas, untuk Fak-fak yang mendaftar sebagai bakal calon bupati ada 7 orang seperti Said Hindom, Inya Bay, Donatus Nibitkendit dan lainnya sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati sebanyak 2 orang termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan Fakfak Wilhelmina Woy.

 

Kaimana ada 3 bakal calon bupati yang mendaftar salah satunya Sekda Kaimana Rita Teurupun sedangkan untuk wakil bupati 2 orang.  Teluk Wondama ada 5 orang yang mendaftar sebagai bakal calon bupati yaitu Yakonias Sawaki, Paulus Indubri dan lainnya sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati ada 2 orang salah satunya Sekretaris DPC PDI Perjuangan Teluk Wondama,  Haji Halik. Bintuni yang mendaftar sebagai calon bupati 2 orang salah satunya Robert Manibuy dan  untuk bakal calon wakil bupati 1 orang.

 

Untuk Manokwari, ada 4 orang yang mendaftar sebagai bakal calon bupati yaitu Demas Paulus Mandacan, Elisa Sroyer, Sius Dowansiba dan Roby Rumbekwan. Sedangkan yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati ada 3 orang. Manokwari Selatan yang mendaftar sebagai bakal calon bupati 1 orang yaitu Markus Waran dan wakil bupati 1 orang yaitu Wempy Rengkung.

 

Pegunungan Arfak yang mendaftar 1 orang sebagai bakal calon bupati yakni Yosias Saroy dan 1 orang sebagai bakal calon wakil bupati Marinus Mandacan. Sedangkan Sorong Selatan ada 6 orang yang mendaftar sebagai bakal calon bupati seperti Syamsuddin Angauli yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Sorong Selatan, Petrus Konjol dan lainnya serta 5 orang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.

 

Menyinggung soal peluang setiap bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, Demas mengatakan bahwa yang menentukan siapa yang berhak memperoleh rekomendasi dari partai berada di DPP (Dewan Pimpian Pusat, red) terutama di tangan ibu Ketua Umum PDI Perjuangan.

 

“DPC hanya menerima pendaftaran dan di tingkat DPD hanya melakukan  verifikasi dan validasi terhadap berkas yang dimasukan oleh bakal calon. Harus diingat bawha DPD  sama sekali tidak berhak untuk menambah dan mengurangi apalagi sampai mencoret bakal calon. Calon yang mendaftar melalui PDI Perjuangan,  semuanya akan dibawah ke Jakarta dan penentukan akhir ada di tangan DPP Partai. Memang benar, ada aturan partai yang mengatakan, dalam mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati termasuk gubernur dan wakil gubernur, PDI Perjuangan menganut asas mendahulukan kadernya. Namun, sekali lagi keputusan terakhir tetap ada di tangan DPP Partai. Dan itu ranahnya Ibu Ketua Umum yang tidak dapat diganggu-gugat dengan mempertimbangkan sekian banyak faktor,” ujar Demas.

 

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Jefry Reimas mengatakan setelah melakukan verifikasi dan validasi terhadap berkas bakal calon bupati dan bakal calon wakil, pihaknya menemukan masih banyak bakal calon entah bupati atau wakil bupati yang persyaratannya belum lengkap sehingga perlu di lengkapi. Untuk itu, ia meminta partisipasi aktif dari para bakal calon untuk melengkapi persyaratan yang diminta dengan membangun komunkasi yang baik dengan pihak DPD.

 

“Dari sejumlah bakal calon yang mendaftar, hanya beberapa saja yang berkasnya lengkap. Mau berkas lengkap atau tidak, tugas DPD adalah melakukan verifikasi dan validasi, setelah itu semua berkas bakal calon bupati dan wakil bupati diantar ke Jakarta. Dan keputusan akhir ada di tangan DPP,” tegas Jefry. (3J)

 


#politik
#bupati manokwari

Komentar