BERITA UTAMA

Pegiat HAM Papua Desak Presiden Jokowi Hentikan Operasi Militer dan Keamanan di Nduga
Selasa, 24 Desember 2019 • Yan Ch. Warinussy, SH • 94

Yan Ch. Warinussy, SH


MANOKWARI-Advokat Pembela Hak Asasi Manusia yang pernah meraih Penghargaan Internasional "John Humphrey Freedom award" tahun 2005 di Canada, Yan Ch. Warinussy, SH melalui press realise-nya yang diterima Kasuari Pos dan Kasuarinews.com, Sabtu (21/12)  mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memerintahkan dihentikannya operasi militer dan operasi keamanan di wilayah Kabupaten Nduga dan seluruh wilayah pegunungan tengah Tanah Papua.

 

“Ini saya sampaikan karena belajar dari kasus kematian korban Hendrik Lokbere yang nyata-nyata diduga keras tewas akibat ditembak oleh aparat keamanan TNI dan atau Polri yang bertugas disana. Hal ini penting dilakukan oleh Presiden Jokowi segera, karena semakin nyata kebenaran dari tulisan dari Amiruddin al Rahab dalam bukunya Heboh Papua : Perang Rahasia, Trauma dan Separatisme. Dimana al Rahab menyebut operasi-operasi militer itu sebagai pagar makan tanaman,” ujar Warinussy.

 

Kata dia,  kematian tragis Lokbere di ujung bedil militer dan polisi Indonesia semakin membuktikan bahwa di kepala setiap pimpinan dan anggota TNI/Polri , semua orang Papua adalah separatis, kecuali orang itu membuktikan dirinya bukan separatis.

 

“Jika asumsi kolot dan sempit serta tidak berbasis riset ilmiah tersebut terus digunakan dalam membenarkan dilakukannya operasi militer di Tanah Papua. Saya yakin lambat laun orang asli Papua (OAP) akan terus menjadi sasaran dan korban kejahatan kemanusiaan (crime againts humanity) yang semestinya mendapat perhatian dunia internasional. Oleh sebab itu, seluruh pimpinan agama seperti halnya pemimpin-pemimpin gereja di Tanah Papua mesti tampil melakukan desakan kepada Pemerintah Indonesia dan memberi diri sebagai pembela umat Tuhan di Tanah Papua yang selalu menjadi martir-martir bagi kegiatan operasi militer yang selalu terjadi dan memanas bahkan merengut nyawa anak-anak Papua tak berdosa di bulan suci umat Tuhan seperti Desember 2019 ini,” terang Warinussy. (AN)


#TNI/Polri
#KOMNAS HAM
#Nduga

Komentar