BERITA UTAMA

Kasus Positif Covid-19 Makin Meningkat di Papua Barat, Kepala Suku Besar Biak: Masyarakat Stop Kepala Batu dan Anggap Enteng
Senin, 28 September 2020 • (cr-2) • 266

Kepala Suku Biak di Manokwari, Petrus Makbon, SH


MANOKWARI, Kasuarinews.com – Tren peningkatan kasus positif Covid-19 di Papua Barat beberapa minggu belakangan ini membuat was-was sejumlah pihak. Salah satunya, Kepala Suku Besar Biak di Manokwari, Petrus Makbon.

Saat  menyampaikan sambutan pada sebuah acara pada Sabtu (26/9/2020), Petrus Makbon mengatakan tren peningkatan kasus positif Covid-19 di Papua Barat, terutama di Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong  dan Raja Ampat dan daerah lainnya disebabkan karena ulah dan perbuatan manusia sendiri.

“Kasus covid-19 di Papua Barat yang makin naik disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Mengapa saya katakan ulah manusia, karena manusia-manusia di Papua Barat anggap diri paling hebat, paling jago,  paling kuat sehingga tidak mau ikuti protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan lainnya. Coba lihat dari dulu pemerintah sudah bilang, jangan buat kerumunan, pakai masker, jaga jarak tetapi masyarakat anggap diri paling hebat jadi tidak mengindahkan itu,” ujar Makbon.

Menurut Makbon, situasi dulu dengan sekarang sangat jauh berbeda sehingga seluruh masyarakat di Papua Barat harus mengikuti apapun yang dianjurkan pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19. “Kalo dulu, orang Biak itu penggayung perahu dari Numfor ke Manokwari, tidak pakai baju, diterpa sinar matahari selama beberapa hari tidak sakit dan sudah anggap diri hebat. Tapi sekarang,  orang ke Gereja ada AC, naik mobil ada AC, ke kantor ada AC makanya wajar sakit karena imun tubuh tidak kuat beda dengan orang-orang dulu. Kalau orang dulu itu mengkonsumsi sesuatu yang alami, tetapi sekarang semua serba instan dan siap jadi. Mau masak  sesuatu tinggai tekan stop kontak, semua jadi,” ungkap Makbon sambil menambahkan situasi zaman sudah sangat berbeda dan berubah sehingga tidak bisa menyamakan situasi dulu dengan saat ini.

Untuk dapat menekan kasus Covid-19, Makbon meminta agar seluruh masyarakat disiplin. “Kalo kita mau pandemi ini cepat berlalu, maka masyarakat stop kepala batu dan anggap remeh. Kalau pemerintah suruh pakai masker, ya pakai, atau jaga jarak dan rajin cuci tangan harus diikuti. Stop buat diri jago sudah dengan mengatakan, Covid ini takut naik gunung, takut air garam dan sebagainya. Sekali lagi stop kepala batu dan pandang enteng. Covid-19 tidak  lihat ko pejabatkah, tukang ojek kah, kepala dinas kah, hamba Tuhan kah, pengusaha kah, dokter kah, polisi kah, tentara kah, buruh kah, ko orang pantai kah, ko orang gunungkah, semua sama. Apalagi kalo ko yang tukang melawan dan kepala batu, tukang anggap enteng tidak pakai masker pasti cepat lewat,” tandas Makbon sambil meminta Tim Satgas  Covid-19 baik di tingkat kabupaten dan provinsi agar lebih tegas menindak siapapun yang melanggar penerapan protokol kesehatan.

 


#papua barat

Komentar