BERITA UTAMA

Mantan Pelatih Perseman Mahadi Haris Tutup Usia, Manajemen Sampaikan Dukacita
Sabtu, 20 Juni 2020 • (Cr-2) • 124

Mantan Pelatih Perseman Mahadi Haris


MANOKWARI, Kasuarinews.com- Kabar duka datang dari keluarga besar sepak bola Indonesia, termasuk Manokwari. Mantan Pelatih Perseman tahun 2006-2007 yang juga matan pemain Arema era Liga Galatama, Mahdi Haris dinyatakan meninggal dunia, Jumat (20/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB. Mahdi Haris meninggal dunia di usia 61 tahun karena serangan jantung.

Yan Christian Warinussy, Sekretaris Umum Perseman Manokwari dan Direktur PT.Perseman Manokwari, atas nama Menejemen Klub Perseman Manokwari dan Menejemen PT.Perseman Manokwari  menyampaikan  duka cita mendalam  atas berpulangnya Mahadi Haris yang akrab disapa  "bang Meok.

“Bagi kami, sosok almarhum coach Mahdi Haris adalah seorang pelatih bertangan dingin. Prestasinya membawa Perseman bertarung di putaran Final Divisi Utama PSSI ketika itu di Solo-Jawa Tengah. Saat itu,  Perseman dinakodai menejer Wempi Rengkung (kini Wakil Bupati Manokwari Selatan). Dengan wakil menejer almarhum DR.Ir.C.H.Arwam. Sebagai mantan pemain nasional bersama almarhum Marthen Burwos, coach Mahdi Haris mampu bekerjasama dalam melahirkan pemain-pemain muda berbakat Perseman Manokwari saat itu,” ujar Warinussy. 

Menurut Warinussy, Mahdi Haris juga berjasa dalam merajut hubungan persahabatan antara pemain dan suporter Arema Malang saat Perseman mengggunakan Kota Dingin di Provinsi Jawa Timur itu sebagai tempat  Tim Perseman Manokwari berlatih dan beruji coba tahun 2006. 

Secara pribadi, kata Warinussy, dirinya memiliki kesan pribadi dengan almarhum coach Mahdi Haris karena sebagai Sekretaris Perseman tahun 2005, dirinyalah yang  mengajak Mahadi Haris  bergabung melatih klub Perseman Manokwari. 

“Lalu pasca Kompetisi Divisi Utama Tahun 2007, almarhum pernah kembali menukangi Tim Perseman, tapi karena serangkaian hasil buruk membuat menejemen memutuskan utk memberhentikan almarhum sebagai Coach (pelatih). Saya sebagai Sekretaris yang mengantarkan surat pemberhentian ke kamarnya di Mess Perseman di Sanggeng. Saya masih ingat kata-kata almarhum saat itu : "pak Yan, saya dengan besar hati terima keputusan ini, hati saya sudah tertinggal di Manokwari, dan saya punya sahabat baik disini yaitu pak yan, jadi biarpun hari ini saya dipecat oleh Perseman. Tapi saya akan terus kembali ke Manokwari untuk melakukan tugas profesi sebagai pelatih" urai almarhum Coach Mahdi. Sekitar 3 (tiga) tahun terakhir, almarhun masih tercatat aktif sebagai pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Aro-M milik Letkol Laut Dr.Frans Kristantus di Bumi Marina, Amban-Manokwari. Bahkan sempat beberapa kali bertandang ke rumah saya untuk sekedar bersilaturahmi,”kenang Warinussy terhadap sosok pelatih bertangan dingin tersebut. 

“Selamat jalan Coach Mahdi, Tuhan memberkati dan melindungi keluarga yang ditinggalkan serta semua Aremania yang berduka bersama Persemania di Kota Injil Manokwari-Papua Barat,” uacap Warinussy.

 


#olahraga

Komentar